Indonesia Smart City Forum 2017

Indonesia Smart City Forum 2017

Mimpi Besar Ridwan Kamil Bikin Bandung Teknopolis di Gedebage

Bandung -Teknopolis, satu kata yang sering disebut-sebut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Sebetulnya istilah teknopolis merupakan pembaharuan dari rencana pembangunan Kawasan Pertumbuhan Primer di Gedebage yang sempat dicetuskan Wali Kota Bandung Dada Rosada.

Karena berubah nama dan kebijakan, otomatis konsep yang diterapkan juga baru. Pria yang akrab disapa Emil ini mengonsepkan Teknopolis sebagai kota kecil di dalam Kota Bandung yang berbasis Teknologi Informasi (IT).

"Bandung Teknopolis itu kota baru untuk menangkap ekonomi global berbasis IT," ujar Emil, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (3/9/2015).

Lahan yang disiapkan untuk Teknopolis yakni seluas 17 hektare. Porsi terbanyak dimiliki Summarecon. Namun Emil menjamin kota moderen itu nantinya tidak hanya diisi oleh pemukiman real estate saja, karena konsep utama teknopolis adalah membangun kota berbasis teknologi IT dengan pembagian lahan sesuai dengan peran masing-masing stakeholder.

"Masing-masing akan bersinergi berbagi infrastruktur. Selain Summarecon, di sana juga ada tanah dari Pemprov Jawa Barat, Polda dan Pertamina, sehingga tempat tadi menjadi percontohan kota baru yang paling futursitik sekaligus realistis. Kita kan juga berencana memindahkan Pemkot ke sana," terang Emil.

Konsep Bandung Teknopolis ini terinspirasi dari Silicon Valley yang berada di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS). Emil menjelaskan untuk menarik para investor IT kelas kakap dari Silicon Valley, Bandung Teknopolis memerlukan peran serta pemodal ventura (venture capital).

Salah satu perusahaan investasi yang diundang untuk menjadi investor di Kota Bandung adalah Plug and Play Ventures.

"Kita butuh pemodal yang basisnya bukan perbankan, ini yang sedang dimulai. Kita akan menundang perusahaan Plug and Play. Perusahaan yang mengawinkan pemodal dan perusahaan IT. Ini bukti bahwa di Bandung orang pintar bisa direspons ekonomi global sehingga mereka bisa berkiprah di level internasional," bebernya.

Berdasarkan hasil riset yang pernah dilakukan, kawasan Teknopolis diklaim bisa menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Jika sudah berdiri kokoh, diprediksi akan ada 400.000 lapangan pekerjaan hadir di kawasan tersebut.

"Bisa dibayangkan bagaimana pertumbuhan ekonomi di sana dan masyarakat sekitar juga bisa bekerja di Teknopolis. Kepentingan stakeholder terjaga, pertumbuhan ekonomi masyarakat juga terjada," jelasnya.

Untuk mewujudkan mimpi Bandung Teknopolis, menurut Emil diperlukan dana hingga Rp 5 triliun.

"Bukan 10 tahun dari sekarang, tapi untuk mematangkan konsep itu butuh 10 tahun," ucapnya.

Mimpi mewujudkan Bandung Teknopolis memang belum bisa dipastikan akan terwujud kapan, namun pelan-pelan Kota Bandung bebenah diri menjadi smart city. Saat ini, sejumlah layanan publik sudah mulai dipermudah dengan pemanfaatan teknologi melalui aplikasi-aplikasi online.

"Konsep smart city itu untuk meng-upgrade birokrasi. Tujuannya biar cepat pelayanan biar akurat keputusan biar efisien dari anggaran," tandasnya.

sumber: http://finance.detik.com/read/2015/09/03/124244/3008978/4/mimpi-besar-ridwan-kamil-bikin-bandung-teknopolis-di-gedebage

Who's Online

We have 24 guests and no members online

Contact Us

PT Napindo Media Ashatama

Jl. Kelapa Sawit XIV Blok M1 No.10
Komplek Billy Moon Pondok Kelapa

Jakarta 13450, Indonesia

Tel: +6221 8650963, 8644756
Fax: +6221 8650963

© 2017 Indonesia International Smart City Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama