Indonesia Smart City Forum 2017

Indonesia Smart City Forum 2017

Smart City Perlu Masyarakat Cerdas

Atribut kota cerdas atau smart city bisa diwujudkan dengan partispasi multistakeholders, masyarakat yang cerdas dengan kesetaraan dan pendidikan yang baik, rencana strategis yang berkesinambungan dan terintegrasi, serta kemitraan.

Konsep smart city didefiniskan lebih dari sekedar menciptakan ruangan hijau yang lebih baik, akses komunikasi yang lebih cepat, dan transportasi yang hemat energi. Namun lebih dari itu, smart city adalah kota yang cerdas secara ekonomi, lingkungan, pemerintahan, pola hidup, cerdas mobilitas kotanya, dan cerdas masyarakatnya.

 “Pelibatan swasta mestinya tidak hanya mewujudkan kota yang smart saja tapi juga yang berkelanjutan. Kota harus mendayagunakan modal dan kapasitas, bisa dengan melakukan pengembangan kawasan dan penerapan teknologi, dan menggerakkan manusia untuk bersama-sama mengembangkan kotanya,” kata Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Imam S. Ernawi, dalam talkshow Spirit Bisnis yang siarkan langsung oleh Bloomberg TV Indonesia, Jumat (27/3).

Angin segar Smart City sudah ditiupkan beberapa kepala daerah, misalnya Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Upaya mewujudkan kota cerdas di Bandung dengan memberikan layanan akses internet di taman-taman kota, mencanangkan kartu pintar tarif transportasi umum, maupun dengan mendirikan comment centre.

“Begitu juga Surabaya berhasil melibatkan partisipasi masyarakatnya dari awal untuk menjadikan kotanya sebagai Smart City sehingga kesetaraan warga, pemerintah, swasta, dan akademisi mampu menciptakan kota yang lestari,” imbuh Imam.

Imam optimistis, smart city tidak hanya faktor siapa kepala daerahnya, tapi ada sekitar 112 kabupaten/kota yang sedang mengembangkan program kota hijau (green city). “Smart City, Green City, Eco City, dan lainnya hanya sebuah atribut untuk simplifikasi perwujudan kota yang berkelanjutan dengan partisipasi semua pihak,” tutup Imam.

Sementara pengamat perkotaan Wicaksono Saroso menegaskan bahwa kota adalah cerminan dari masyarakatnya. “Jika ingin menjadi kota cerdas maka masyarakatnya juga harus cerdas, percuma saja jika sudah banyak diterapkan teknologi tapi masih ditemukan perilaku masyarak menerobos lampu merah, buang sampah sembarangan, dan lainnya,” ujar Wicak. (bcr)

sumber: http://www.pu.go.id/main/view/10068

Who's Online

We have 18 guests and no members online

Contact Us

PT Napindo Media Ashatama

Jl. Kelapa Sawit XIV Blok M1 No.10
Komplek Billy Moon Pondok Kelapa

Jakarta 13450, Indonesia

Tel: +6221 8650963, 8644756
Fax: +6221 8650963

© 2017 Indonesia International Smart City Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama